MENULIS TUJUAN KINERJA/ KOMPETENSI DASAR (KD) DAN MENGEMBANGKAN BUTIR TES ACUAN PATOKAN
Pengembangan kualitas guru merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya tidak hanya menuntut keterampilan tekhnis dari para ahli terhadap pengembangan kompetensi guru, tetapi harus pula difahami berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Guru dituntut untuk menjadi ahli penyebar informasi yang baik, karena tugas utamanya antara lain menyampaikan informasi kepada peserta didik. Guru juga berperan sebagai perencana (designer), pelaksana (implementer), dan penilai (evaluator) pembelajaran.
Tujuan pembelajaran merupakan suatu target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Dalam tujuan pembelajaran merumuskan kemampuan yang harus dimiliki siswa pada tingkat jenjang belajar tertentu, sehingga setelah selesai pokok bahasan tertentu siswa dapat memiliki kemampuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Dalam merumuskan tujuan Instruksional haruslah jelas dan operasional tentang kemampuan atau kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa setelah mengikuti suatu program pembelajaran. Kemampuan-kemampuan atau kompetensi tersebut harus dirumuskan secara spesifik dan terukur sehingga dapat diamati dan dievaluasi.
Contoh :
Standar Kompetensi (Akhlaq) : Membiasakan Perilaku Terpuji
Kompetensi Dasar (KD)
Menjelaskan pengertian qona’ah dan Tasamuh
Menampilkan perilaku Qona’ah dan Tasamuh
Membiasakan perilaku Qona’ah dan Tasamuh dalam kehidupan
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat menjelaskan pengertian Qonaah.
Siswa dapat menjelaskan pengertian Tasamuh
Siswa dapat menjelaskan hikmah qonaah dan tasamuh
Siswa dapat menyebutkan dalil naqli tentang tasamuh
Siswa dapat menunjukkan contoh perilaku atau sikap Qonaah.
Siswa dapat menunjukkan contoh perilaku atau sikap tasamuh.
Siswa dapat membiasakan perilaku Qonaah dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa dapat membiasakan perilaku Tasamuh dalam kehidupan sehari-hari
Setelah tujuan pembelajaran dirumuskan, langkah selanjutnya adalah mengembangkan alat evaluasi, yaitu tes yang fungsinya untuk menilai sejauh mana siswa menguasai kemampuan atau kompetensi yang telah dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.
Dalam mengembangkan alat evaluasi ini diperlukan terlebih dahulu jenis-jenis tes dan bentuk-bentuk tes yang akan digunakan. Apakah jenis tes tertulis, lisan atau perbuatan. Kemudian bentuk tes yang digunakan apakah pilihan ganda (multipe choice), essai, BS atau menjodohkan.
Jelaskan pengertian Qonaah !
Jelaskan pengertian Tasamuh !
Jelaskan hikmah Qonaah dan tasamuh !
Sebutkan dalil naqli tentang Tasaamuh !
Berikan contoh perilaku atau sikap qona’ah !
Berikan contoh perilaku atau sikap Tasamuh!
Biasakanlah perilaku qona’ah dalam kehidupan sehari-hari !
Biasakan perilaku Tasamuh dalam kehidupan sehari-hari
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Tafsir,dkk. Pengembangan Wawasan Profesi Guru, Fakultas Tarbiyah UIN Bandung, 2009
Ahmad Tafsir, Filsafat Pendidikan Islami, Rosdakarya, Bandung: 2006
Ramayuli, Filsafat pendidikan Islam, Kalam Mulia,Jakarta : 2010
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, Rosdakarya, Bandung : 2010
Rusman, Model-Model Pembelajaran, Rajawali Pers, Jakarta : 2011
STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN MEMBERDAYAKAN KECERDASAN UNTUK MENCAPAI HASIL BELAJAR YANG OPTIMAL
(Diadaptasi dari Zulfani Sesmiarni, M.Pd)
•A. Pendahuluan
Salah satu bidang kawasan Teknologi Pembelajaran yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar adalah perancangan. Sells (1994:32) menegaskan bahwa perancangan adalah penentuan kondisi untuk belajar dengan tujuan untuk menghasilkan strategi yang sesuai dengan sasaran akhir yang ingin dicapai. Dari kutipan tersebut terlihat bahwa untuk mencapai tujuan yang optimal diperlukan suatu perancangan yang baik sebagai pendukung suasana belajar yang diinginkan. Dalam hal ini strategi yang baik juga sangat menentukan untuk pencapaian tujuan yang ditetapkan.
Stretegi pembelajaran merupakan langkah-langkah untuk penentuan dan pengurutan kondisi dalam kegiatan pembelajaran. Strategi pembelajaran berinteraksi dengan situasi belajar. Strategi pembelajaran merupakan suatu pendekatan dalam mengorganisasikan komponen-komponen pembelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Strategi pembelajaran yang baik adalah strategi yang mampu mengkondisikan segala aspek perbedaan peserta didik baik yang menyangkut kecerdasan, perbedaan individu, latar belakang, kemampuan dan segala aspek yang ada pada anak didik. Dewasa ini di persekolahan kemampuan otak siswa kadang kurang diperhatikan padahal kemampuan otak manusia adalah tidak terbatas. Namun banyak orang yang tidak mampu mengolahnya sampai kepada penggunaan yang optimal, sehingga hasil yang dicapai juga kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang merangsang kepada penggunaan otak secara keseluruhan.
Kenyataan di lapangan banyak siswa yang sebenarnya memiliki kecerdasan yang tinggi namun tidak dapat diberdayakan sebaik mungkin, sehingga dalam belajar ia tidak mencapai hasil belajar yang baik. Ada anak yang memiliki kecerdasan tinggi namun karena strategi pembelajaran yang kurang sesuai dengan perkembangannya menjadikan pebelajar tersebut berada di tingkat bawah. Namun sebaliknya ada anak yang memiliki kecerdasan menengah dapat berhasil dalam pembelajaran karena strategi pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya.
Secara umum cara anak belajar menurut Schmith adalah sebagai berikut :
- anak- anak belajar sambil bermain
-Anak-anak belajar melalui pengalaman langsung, melihat, menyentuh,meraba, mencium,
- anak-anaka belajar berkomunikasi dengan mengobrol
- anak-anak belajar dengan mencoba memecahkan masalah sungguhan
- anak-anak tahu bahwa menyelidik dan menjelajah bermanfaat bagi mereka
Dari kutipan tersebut terlihat tentang cara-cara anak dalam belajar. Jadi untuk menjadikan anak sukses belajar maka strategi yang diciptakan juga harus mempedomani tentang bagai mana cara anak sebenarnya belajar. Penekanan yang paling penting adalah kondisikan anak saat belajar benar-benar seperti apa kenyatannya. Sesuai dengan prinsip mereka belajar. Dan buatlah strategi pembelajaran yang melibatkan semua aspek pengalaman anak didik.
Strategi pembelajaran yang baik adalah yang mampu mengatasi segala sesuatu penghambat dalam suatu pembelajaran. Sehubungan dengan hal ini De Poter (2000:5) menegaskan bahwa ” menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling, menyusun bahan pengajaran yang sesuai, cara efektif penyajian dan keterlibatan aktif” dari penjelasan tersebut dapat diulas bahwa hambatan dalam proses pembelajaran dapat diatasi dengan mempertimbangkan strategi yang memuat unsur-unsur musik, warna, bahan ajar dan lain sebagainya.
Perkembangan kecerdasan pada seseorang sesuai dengan rangsangan yang diberikan. Artinya jika menginginkan kondisi kecerdasan yang maksimal maka seseorang guru harus mampu menciptakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kecerdasannya. Guru harus mampu merancang suatu strategi yang mampu melibatkan seluruh kecerdasan yang ada pada peserta didiknya. Namun pada saat ini strategi yang ada masih menekaankan pada satu atau dua aspek kecerdasan.
Sebagai bidang kawasan maka perancangan yang menyangkut strategi pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan teori motivasi, belajar dan lainnya. Hal ini penting karena strategi pembelajaran adalah menyangkut segala sesuatu yang dilakukan untuk memberdayakan orang untuk belajar. Teori motivasi penting karena akan menyangkut erat pada saat pelaksanakaan baik yang menyangkut perbedaan individu, kondisi siswa dan lain sebagainya yang juga patut untuk dipertimbangkan.
Strategi pembelajaran yang sering digunakan guru pada saat ini belum mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena srategi pembelajaran yang digunakan guru belum berbasis kepada berbagai jenis kecerdasan yang ada pada seseorang. Kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang perlu dirangsang karena ia akan berhubungan dengan kecerdasan lainnya.
Melihat fenomena di atas, maka penulis tertarik membuat makalah ini dengan judul strategi pembelajaran dengan memberdayakan kecerdasan untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
•B. Pembahasan
•1. Jenis Kecerdasan yang Mendasar pada Anak Didik
Dari berbagai hasil penelitian maka ada berbagai jenis kecerdasan yang digunakan oleh manusia untuk mencapai kesuksesan. Menurut Gardner, kecerdasan tidak hanya berupa IQ saja namun kecerdasan merupakan sekumpulan kepingan kemampuan yang ada beragam pada bagian otak. Kemampuan kecerdasan dapat ditingkatkan dan dimanfaatkan jika dapat dibina dan dipelihara dalam lingkungan yang tepat.
Menurut Gardner ada setidaknya tujuh jenis kecerdasan utama dalam diri manusia diantaranya adalah sebagai berikut :
Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan ini merupakan kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Selain itu kecerdasan ini juga meliputi kemampuan memanipulasi struktur bahasa, fonologi atau bunyi bahasa, sematik atau makana bahasa, dimensi pragmatic atau penggunaan praktis bahasa, mnemonic atau hafalan, eksplanasi dan metabahasa.
Ciri-ciri seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah suka menulis kreatif, suka mengarang kisah khayal atau menutur lelucon, sangat hafal nama, tempat, tanggal atau hal-hal lain kecil. Selain itu ciri lain dari seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah membaca di waktu senggang, mengeja kata dengan tepat dan mudah, menyukai pantun lelucon, suka mengisi TTS, meningmati dengan mendengarkan, memiliki kosa kata yang luas dan unggul dalam mata pelajaran bahasa.
Kecerdasan matematis-Logis,
Kecerdasan ini merupakan kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran yang benar. Kecerdasan ini juga meliputi kepekaan terhadap pola dan hubungan logis, pernyataan dan dalil, fungsi logika dan kemampuan abstraksi lainnya.
Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah dapat menghitung problema aritmetika dengan cepat di luar kepala. Kemudian mampu menikmati penggunaan bahasa komputer atau program software logika. Suka mengajukan pertanyaan yang bersifat analisis, misalnya mengapa hujan turun? dimana ujung langit dan sebagainya. Ahli dalam permainan strategi, suka merancang eksperimen untuk pembuktian sesuatu. Orang yang memiliki kecerdasan ini umumnya menghabiskan waktu dengan permainan logika dan suka menyusun dalam kategori atau hirarki.
Kecerdasan Spasial
Kecerdasan spasial merupakan kemampuan mengekspresikan dunia spasial secara akurat dan kemampuan mentransformasikan persepsi dunia visual tersebut dalam berbagai aspek kehidupan. Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah sebagai berikut : mampu memberikan gambaran visual yang jelas ketika menjelaskan sesuatu, mudah membaca peta, grafik dan diagram. Selain itu mampu menggambar sosok orang atau benda persis ahlinya. Senang melihat film, slide, foto dan karya seni lainnya. Sangat suka melamun dan berfantasi dan banyak lagi ciri-ciri seseorang yang memiliki kecerdasan spasial ini.
Kecerdasan Kinestetik Jasmani
Kecerdasan ini adalah keahlian mengggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan, keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan sesuatu, dan kemampuan fisik. Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah sebagai berikut : orangnya banyak bergerak ketika sedang duduk atau mendengarkan sesuatu, aktif dalam kegiatan fisik. Selain itu dapat menikmati kegiatan melompat, lari, gulat dan kegiatan fisik lainnya. Mampu memperlihatkan keterampilan dalam bidang kerajinan tangan, pandai meniru gerakan, kebiasaan, atau perilaku orang lain. Mampu bereaksi secara fisik terhadap jawaban masalah yang dihadapi. Menikmati kegiatan dengan tanah liat, melukis dengan jari dan suka membongkar berbagai benda kemudian menyusun lagi.
Kecerdasan Musikal
Adalah kemampuan mengekspresikan berbagai bentuk musical, membedakan, mengubah dan mengekspresikannya. Kecerdasan ini juga meliputi kepekaan terhadap irama, pola nada atau melodi dan warna nada. Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memiiki kecerdasan musical adalah suka memainkan alat musik di rumah dan di sekolah, mudah mengingat melodi suatu lagu. Orang yang memiliki kecerdasan ini suka belajar dengan iringan musik, suka mengoleksi kaset-kaset atau CD lagu-lagu, bernyanyi atau bersenandung untuk diri sendiri atau untuk orang lain. Mudah mengikuti irama, mempunyai suara yang bagus untuk bernyanyi. Peka terhadap bunyi-bunyian di lingkungannya.
Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan ini adalah kemampuan memersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi serta perasaan orang lain. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ekspresi wajah, gerak isyarat, kemampuan membedakan berbagai macam tanda interpersonal, dan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu.
Ciri-ciri seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah : mempunyai banyak teman, suka bersosialisasi di lingkungannya. Orangnya sangat mengenali lingkungannya, banyak terlibat dalam kegiatan kelompok. Orangnya mampu berperan sebegai penengah ketika terjadi pertikaian. Mampu menikmati berbagai macam kelompok. Sangat suka menikmati pekerjaan mengajari orang lain. Dan berbakat menjadi pemimpin dan berprestasi dalam mata pelajaran ilmu social.
Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan ini adalah kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Selain itu kecerdasan ini juga meliputi kesadaran akan suasana hati, maksud, motivasi, keinginan, berdisiplin diri dan kemampuan menghargai diri.
Adapun ciri-ciri orang yang memilki kecerdasan ini adalah memperlihatkan sikap independen dan kemampuan kuat, bersikap realistis terhadap kekuatan dan kelemahannya. Memberikan reaksi keras terhadap topic-topik kontraversial dengan dirinya. Memeiliki kecendrungan pandangan yang lain, banyak belajar dari masa lalu. Mampu dengan tepat mengekpresikan perasaannya. Mampu berfikir fokus dan terarah pada pencapaian tujuan.
Kecerdasan Naturalistik
Adalah keahlian mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar. Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memilki kecerdasan ini adalah suka dan akrab dengan berbagai hewan peliharaan, sangat suka menikmati berjalan-jalan di alam. Mampu menunjukan kepekaan terhadap fenomena alam, suka berkebun. Menghabiskan waktu dekat akuarium, mencatat berbagai fenomena alam.
•2. Pentingnya Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran untuk kegiatan proses pembelajaran memenggang peranan yang menentukan karena tercapai atau tidaknya tujuan yang ingin dicapai sangat ditentukan oleh strategi yang digunakan. Strategi pembelajaran mencakup berbagai metode yang digunakan, media, prosedur dan teknik yang dipakai untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Sehubungan dengan hal ini Sudjana (1991:16) menyatakan bahwa
Strategi pembelajaran adalah setiap kegiatan baik prosedur, langkah, maupun metode dan teknik yang dipakai agar dapat memberikan kemudahan, fasilitas dan atau bantuan lain kepada siswa untuk mencapai tujuan instruksional.
Dari pendapat tersebut terlihat bahwa strategi pembelajaran mencakup berbagai aspek untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan. Sehingga pentingnya strategi tergantung kepada materi dan tujuan apa yang diinginkan. Selain itu strategi yang digunakan harus juga disesuaikan dengan karakteristik siswa, lingkungan dan materi yang akan dibahas. Sehungan dengan hal ini maka Gulo (2002:83) menegaskan bahwa:
Strategi belajar mengajar yang efektif untuk mencapai tujuan tertentu itu tergantung pada kondisi masing-masing unsur yang terlibat dalam proses belajar mengajar secara faktual kemampuan siswa, guru, materi, sumber belajar, media, faktor logistik, tujuan yang ingin dicapai adalah unsur pembelajaran yang berbeda di setiap tempat danm waktu.
Sesuai dengan uraian tersebut strategi pembelajaran berguna untuk pencapaian tujuan instruksional yang diinginkan. Selain itu strategi pembelajaran apada umumnya dirancang oleh guru sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran yang dikelolanya. Sesungguhnya pendekatan ini sudah baik bila dilakukan secara baik dan benar.
•3. Strategi Pembelajaran dengan Memberdayakan Kecerdasan
Vygoesky dan ahli pandangan kontruktifisme menyatakan bahwa segala seseuatu akan bermakna bagi anak, apabila ia melakukannya dengan menemukannya sendiri, melalui interaksi aktif dengan lingkungannya. Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator saja. Sehingga untuk itu diperlukan beberapa implikasi dari teori tersebut adalah :
a. Kurikulum pendidikan harus memberikan peluang bagi perkembangan semua aspek perkembangan anak baik perkembangan fisik, emosi, sosial, dan kongrit melalui suatu pendekatan yang interaktif
b. Peristiwa belajar harus dipandang sebagai proses interaktif dimana guru memfasilitasi suatu lingkungan belajar yang memungkinkan anak belajar melalui interaksi aktif baik dengan guru, teman sebaya atau media belajar dan anak menggali serta menemukan sendiri pemahaman guru akan konsep yang dipelajarinya
c. Kegiatan dan media pembelajaran harus konkrit, nyata, beragam dan relevan dengan kehidupan anak.
d. Guru harus memberikan empiris belajar yang variatif, memberikan tantangan, meningkatkan kemmpuan anak segera setelah kemajuan anak terlihat meningkat
e. Perencanaan pembelajaran harus didasarkan hasil observasi dan tingkat perkembangan anak yang dilakukan oleh guru.
Mengingat implikasi tersebut teknologi pembelajaran berperan dalam upaya penelitian dan pengembangan secara terus menerus tentang strategi pembelajaran yang tepat. Hal ini meliputi penelitian dan pengembangan terghadap metode, media, sistem asessment dan lingkungan belajar. Untuk dapat menerapkan strategi yang mampu memberdayakan kemampuan kecerdasan maka pendidik harus kreatif dan inovatif dalam menyikapi hal ini. Strategi yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan kecerdasan peserta didiknya.
Untuk melihat kemampuan anak didk maka ada sejumlah pendidik inovatif di banyak negara yang menempatkan teknik-teknik CBC untuk merangsang pikiran anak didik dengan asumsi sebagai berikut :
1) Para siswa peratama-tama harus belajar bagaimana belajar dan belajar bagaimana berfikir
2) Belajar harus menyenangkan di samping membangun percaya diri
3) Pengetahuan harus disampaikan dengan pendekatan multi sensori dan multi model dengan m,enggunakan berbagai bentuk kecerdasan
4) Orang tua khususnya dan masyarakat umumnya harus terlibat sepenuhnya dalam pendidikan anak-anak
5) Sekolah harus mnjadi persiapan sebenar-benarnya bagi dunia yang nyata
6) Prinsi-prinsip manajemen kualitas total dalam bisnis harus mengilhami dunia persekolahan
(Colin Rose: 2002: 328)
Dengan adanya asumsi tersebut maka seorang guru agar mampu merangsang penggunaan kecerdasan majemuk pada siswanya. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, demokratis dan antusias. Selain itu peran orang tua dan masyarakat juga sangat menentukan dalam keberhasilan strategi ini.
Strategi pembelajaran dengan memberdayakan kecerdasan pada hakekatnya adalah upaya mengoptimalkan kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap individu untuk mencapai kompetensi tertentu yang dituntut kurikulum. Dengan menggunakan teori kecerdasan majemuk memungkinkan guru mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang relatif baru dalam dunia pendidikan. Meskipun demikian tidak ada rangkaian strategi pembelajaran yang bekerja secara efektif untuk semua siswa.
Setiap siswa memiliki kecendrungan tertentu pada kedelapan kecerdasan yang ada. Oleh karena itu suatu strategi mungkin akan efektif apada kelompok siswa, tetapi akan gagal bila diterapkan padakelompok lain. Dengan dasar seperti inilah sudah seharusnya guru memperhatikan jenis kecerdasan yang menonjol pada masing-masing siswa agar dapat menetukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya.
Strategi pembelajaran ini pada prakteknya adalah memacu kecerdasan yang menonjol pada diri siswa seoptimal mungkin dan berupaya mempertahankan kecerdasan lainnya pada standar minimal yang ditentukan oleh lembaga atau sekolah. Dengan demikian penggunaan strategi ini tetap berada pada posisi yang selalu menguntungkan bagi siswa akan keluar sebagai individu yang memiliki jati diri, yang potensial pada salah satu atau lebih dari delapan jenis kecerdasan yang dimilikinya.
•4. Langkah Penerapan Strategi Pembelajaran dengan Memberdayakan Kecerdasan
Untuk dapat menerapkan strategi ini disekolah maka guru harus mampu terlebih dahulu mengenal hal-hal yang terkait dengan kecerdasan yang dimilki pebelajarnya untuk itu pengenalan lebih awal tentang kecerdasan yang dimilki anak itu penting. Untuk itu dalam penerapan strategi ini ada dua tahapan yang harus dilkukan untuk memperoleh hasil yang optimal yaitu :
1. Memberdayakan semua jenis kecerdasan pada setiap mata pelajaran
Cara ini adalah dengan memberdayakan semua jenis kecerdasan majemuk yang ada pada setiap mata pelajaran adalah menginput informasi melalui delapan jalur ke dalam otak memori siswa. Secara empirik untuk menerapakan strategi pembelajaran ini dapat dimulai dengan melakukan reposisi pada kurikulum yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengubah tujuan intruksional khusus yang ada menjadi kompetensi yang diharapkan. Dengan demikian setiap TIK atau pokok bahasan dituntut untuk memberadayakan semua atau sebagian besar jenis kecerdasan yang ada.
Contoh yang dapat diambil adalah pada mata pelajaran bahasa yang dominan dengan kecerdasan linguistik, TIKnya berbunyi “siswa dapat membacakan puisi dengan intonasi yang benar di depan kelas”. Bila siswa melakukan semua itu benar, maka kecerdasan yang terlibat meliputi : kecerdasan linguistik, matematis, spasial terbatas dan kinestetis. Akan tetapi bila TIK diubah menjadi “siswa dapat membacakan puisinya dengan intonasi yang baik dan benar di halaman sekolah atau pada acara tertentu” maka kecerdasan yang terlibat akan lebih banyak lagi yaitu : kecerdasan linguistik, matematis, sapsial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik. Sehingga kadar belajar yang diperoleh siswa akan jauh lebih tinggi dibandingkan bila hanya membacakan puisinya di depan kelas.
Pemikiran kreatif seperti inilah yang dituntut pada setiap guru bila ingin menerapkan strategi pembelajaran ini. Dengan strategi pembelajaran dengan menggunakan kecerdasan ini akan ada perubahan dalam sikap belajar siswa. Siswa terlihat lebih aktif, percaya diri, dan kreatif dalam banyak hal.
2. Mengoptimalkan pencapaian mata pelajaran tertentu berdasarkan kecerdasan yang menonjol pada masing-masing siswa
Cara kedua ini dapat ditempuh jika guru telah mengetahui kecerdasan apa yang lebih menonjol pada setiap siswa. Untuk itu guru terlebih dahulu harus bisa mengetahui kecerdasan apa saja yang dimilki anak. Penerapan tahap ini lebih bersifat personal atau individual. Siswa yang memilki kecerdasan linguistik misalnya, akan dioptimalkan pencapaian hasil belajarnyapada mata pelajaran bahasa dan sastra. Sedangkan mereka yang mempunyai kecerdasan matematis dan logis lebih cendrung diarahkan pada pencapaian hasil belajar matematikanya seoptimal mungkin. Bagi mereka yang memiliki kecerdasan kinestetik jasmani akan menghasilkan sesuatu yang optimal bila diizinkan belajar dengan cara melakukan gerakan tertentu. Demikian seterusnya guru harus mampu menyesuaikan antara kecerdasan yang menonjol dengan hasil belajar yang akan dicapainya.
Dari uraian tersebut adalah contoh bagaimana strategi pembelajaran dengan memberadayakan kecerdasan diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Khususnya untuk mencapai setiap kompetensi yang telah ditetapkan dalam sebuah kurikulum. Sangat jelas bagaimana guru berupaya menjadikan siswanya sebagai sang juara pada bidang tertentu sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya. Siswa tidak hanya mengetahui konsep pengetahuan semata, tetapi ia juga dapat menerapkan pengetahuannya dalam berbagi aspek kehidupan. Dengan kata lain tidak ada yang mustahil bila kita ingin melakukan sesuatu perubahan dalam strategi pembelajaran yang kita gunakan.
•C. Penutup
Kecerdasan yang ada pada setiap manusia ada sebanyak delapan jenis kecerdasan mulai dari kecerdasan linguistik, matematis-logis, spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal dan intrapersonal serta kecerdasan naturalistik.Strategi pembelajaran pada umumnya dirancang oleh guru sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran yang dikelolanya. Sesungguhnya pendekatan ini sudah baik bila dilakukan secara baik dan benar. Strategi pembelajaran memengang perana yang menetukan dalam setiap proses pembelajaran.
Strategi pembelajaran memberdayakan kecerdasan ini pada prakteknya adalah memacu kecerdasan yang menonjol pada diri siswa seoptimal mungkin dan berupaya mempertahankan kecerdasan lainnyapada standar minimal yang ditentukan oleh lembaga atau sekolah. Strategi pembelajaran dengan memberadayakan kecerdasan diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Khususnya untuk mencapai setiap kompetensi yang telah ditetapkan dalam sebuah kurikulum. Seharusnya guru mengenal kecerdasan yang menonjol pada setiap siswa sehingga strategi yang digunakan untuk pencapaian hasil belajar sesuai dengan kemampuan kecerdasan yang dimilkinya.
Sebaiknya guru dapat menerapkan stretegi ini untuk menjadikan anak didik memilki jati diri mereka yang sesungguhnya, sehingga mereka akan berdaya guna dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam penerapan strategi pembelajaran dengan memberdayakan kecerdasan sangat diperlukan kretifitas dari guru untuk dapat menciptakan suasana yang dapat memotivasi dan merangsang kecerdasan pada setiap individu siswa. Dalam prakteknya strategi ini akan mampu melihat tingkat penguasaan materi oleh siswa sehingga guru harus dapat membuat evaluasi hasil belajar sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
•D. Daftar Pustaka
De Porter, Bobbi & Mike Hernacki. (2000). Quantum Learning, Bandung: Kaifa
Dryden, Gordon and Jeannette Vos. (1999). Revolusi Cara Belajar I. Bandung: Kaifa
Schmidt, Laurel. (2002). Jalan Pintas Menjadi 7 Kali Lebih Cerdas. Bandung : Kaifa
Sells, Barbara dan Rita C. Richey. (1994). Teknologi Pembelajaran. WashingtonDC : AECT
Stine, Jean Marie. (2002). Doubel Your Brain Power. Jakarta : Ikrar Mandiriabadi
Analisis Pembelajaran dan Mengidentifikasi Perilaku
dan Karakteristik awal siswa
* Analisis Pembelajaran perlu dilakukan agar suatu rencana dapat berfungsi, maka perencanaan harus menggunakan sudut pandang yang luas sehingga variable-variable yang sering berkaitan dapat diamati dengan teliti. Untuk dapat melihat dengan baik seorang perancang pendidikan perlu mempunyai kemampuan dalam menganalisis sistem pendidikan. Dalam perencanaan masa depan itu perencanaan memerlukan pertimbangan apa yang dicapai pada masa lalu dan apa yang akan terjadi pada masa depan. Perencanaan bukan hanya sebagai pola dasar (blueprint) tetapi juga merupakan petunjuk dalam mengambil keputusan tentang bagaimana mencapai tujuan itu. Oleh karena itu perencanaan pendidikan tidak terhenti pada saat tersusunnya dan disetujuinya rencana itu oleh pengambil keputusan, tetapi erat hubungannya dengan saat implementasinya.
* Identifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa perlu dilakukan agar kegiatan proses belajar mengajar dapat diatur dan direncanakan secermat mungkin, komprehensif, akurat dan efisisen serta berdasarkan perhitungan yang matang karena tanpa perencanaan yang sistematik dan rasional upaya pembangunan pendidikan tidak akan dilaksanakan dengan efektif.Guru harus mengetahui bahwa peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan masing-masingnya berhak atas layanan pembelajaran.
Tujuan mengetahui karakteristik awal siswa adalah untuk mengukur, apakah siswa akan mampu mencapai tujuan belajar atau tidak.Hal-hal yang perlu diketahui dari siswa bukan hanya dari faktor akademisnya tetapi juga faktor-faktor sosialnya, sebab kedua hal tersebut mempengaruhi proses belajar.
DAFTAR PUSTAKA A.Tafsir,dkk, Pengembangan Wawasan profesi Guru, Fakultas Tarbiyah UIN Bandung,2009 E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, Rosdakarya, Bandung, 2010 Rusman, Model-Model Pembelajaran, RajawaliPers, Jakarta, 2011
* Konsep intruksional adalah bahwa sistem intruksional yang menggunakan pendekatan sistem, yaitu satu kesatuan yang terorganisasi, yang terdidri atas sejumlah komponen yang saling berhubungan satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan fungsinya adalah untuk mengefektifkan perencanaan dan pelaksanaan program pengajaran secara sistemik dan sistematis, untuk dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar.Diharapkan agar segala kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara intensif dan effesien bagi tercapainya tujuan pendidikan, selain itu akan mempermudah pendidik untuk mengevaluasi seberapa jauh kompetensi dan tujuan yang telah ditetapkan dan dicapai, yang pada prinsipnya intruksional mempermudah pendidik untuk mencapai tujuan yang telah rencanakan kemudian diproses dan pada akhirnya hasilnya dievaluasi untuk perbaikan selanjutnya,melalui sistem instruksional mulai dari input, proses dan menghasilkan output yang diharapkan.
*Perancangan instruksional dilaksanakan oleh seorang pengajar harus dapat menyusun pengajaran dalam suatu satuan besar seperti: program tahunan, program semester atau catur wulan maupu dalam satuan kecil yaitu persiapan RPP mulai dari menyiapkan beberapa indikator yang hendak dicapai dalam waktu satu atau dua jam pelajaran.Oleh karena itu guru dituntut agar dapat memilih dan menerepkan metode yang tepat digunakan secara taktis strategis supaya pembelajaran lebih efektif dan effesian bagi tercapaunya tujuan.penyusunan kurikulum dengan berorientasi kepada kompetensi dan tujuan pendidikan mulai dari bahan ajar, alat, metode dan evaluasi dalam belajar mengajar harus disesuaikan dengan kompetensi dan tujuan yang akan dicapai.
*Model Desain Instruksional , sekurang-kurangnya memiliki dua dimensi yaitu perencanaan (a plan)yaitu sistem intruksional yang merujuk pada prosedur atau langkah-langkah yang seyogianya dilalui dalam mempersiapkan terjadinya kegiatan belajar mengajar dan dimensi proses (a reality) yaitu sistem yang merujuk pada interaksi kelas. Kedua dimensi ini secara konseptual merupakan suatu sistem kurikulum yang dengan sendirinya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem kurikulum.
Mengembangkan intruksional adalah cara yang sistematis dalam mengidentifikasikan, mengembangkan dan mengevaluasi seperangkat materi dan strategi yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.
Desain pembelajaran meliputi tiga tahap:
Tahap 1 : Pengembangan Instruksional
Tahap 2 : Pelaksanaan kegiatan Instruksional
Tahap 3 : Evaluasi Instruksional
* Taksonomi tujuan instrusional harus mencakup 3 ranah, yaitu: Kognitif, affektif dan psikomotorik, artinya bahwa nanti setelah kegiatan pembelajaran diharapkan pendidik memberikan pengalaman empiris kepada anak didiknya sehingga terbentuk suatu pribad yang belajar dan berbuat (learning by doing) dan proses ini berlangsung sepanjang hayat.
Domain Kognitif, yaitu menekankan pada aspek intelektuan dan memiliki jenjang dari yang terendah sampai tertinggi, yaitu : aspek ingatan materi tentang fakta sampai teori,Pemahaman, aplikasi, analisis (kemampuan merinci), sintesis (kemampuan mengkombinasi), Evaluasi.
Domain Afektif, yaitu menekankan pada sikap, perasaan, emosi, dan karakteristik moral yang diperlukan dalam masyarakat. Meliputi 5 aspek: Penerimaan, Responding, Penilaian, pengorganisasian,karakterisasi.
Domain Psikomotorik, yaitu domain yang menekankan pada gerakan-gerakan fisik, berhubungan dengan keterampilan atau kemampuan skill. Terdiri dari 6 tingakatan, yaitu : persepsi, kesiapan,gerakan terbimbing, gerakan mekanis terpola, gerakan respons kompleks, penyesuaian pola gerakan, dan keterampilan natural.
DAFTAR PUSTAKA
Rusman, Model-Model Pembelajaran,Rajawali Pers Jakarta 2011
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, Rosdakarya Bandung, 2010
Ramayulis, Filsafat Pendidikan Islam, Kalam Mulia Jakarta 2010
A. Tafsir, dkk, Pengembangan Wawasan Profesi Guru,Fakultas Tarbiyah UIN Bandung, 2009
1. Meja kerja bersih
Meja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda
untuk lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan akan
cepat selesai karena pandangan tidak terganggu dengan tumpukan kertas
di atas meja.
2.Bekerja dengan prioritas
Yup, SEMUA pekerjaan memang penting untuk diselesaikan secepatnya.
Tapi, kita harus bisa membedakan mana yang mendesak untuk
diselesaikan, mana yang bisa sedikit ditunda. Bekerjalah dengan
prioritas! Dan beban pikiran pun akan jauh berkurang.
3. Segera ambil keputusan
Semakin cepat anda mengambil keputusan dalam menghadapi masalah,
semakin cepat pula masalah anda akan terselesaikan. And, guess what?
Anda tidak perlu lagi berlama-lama stress memikirkan masalah itu.
Bukan pekerjaan yang gampang, tapi harus dilakukan secepatnya supaya
tidak berlarut-larut. SEMANGAT!!
4. Delegasikan pekerjaan
Tidak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala pekerjaan
tanpa bantuan orang lain. So, biasakan untuk mulai membagi beban kerja
dengan orang lain di tim kerja anda. Stress berkurang dan anda pun
akan punya lebih banyak waktu luang untuk aktivitas lainnya.
Masih juga stress? Mungkinkah karena anda tak punya pilihan lain dan
merasa dipaksa untuk mengerjakan sesuatu yang sama sekali bukan minat
anda? Atau, lebih parah lagi... Anda merasa diperlakukan seperti sapi
perah yang hanya menghasilkan keuntungan buat boss anda?
Kalau begitu, sudah saatnya anda bergerak maju dan bebaskan diri anda
dari stress! Caranya? Cari peluang bisnis sampingan yang bisa
mendatangkan penghasilan tambahan. Dengan bertambahnya penghasilan,
anda akan punya lebih banyak pilihan dan otomatis stress pun jauh dari
pikiran anda...
Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti
biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD
yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya,
Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan
berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju
ruang keluarga, Imron menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau
Tanya berapa sih gaji Ayah?"
"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10
jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung
25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"
Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,
sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika
Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.
"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu
jam ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobo," perintah Rudi.
Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti
pakaian, Imron kembali bertanya,
"Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."
"Tapi, Ayah..." Kesabaran Rudi habis. "Ayah bilang tidur !" hardiknya
mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai
mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya.
Iapun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum
tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang
uang Rp.15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata,
"Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang
malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa.
Jangankan Rp 5.000,-lebih dari itu pun ayah kasih."
"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah mena bung lagi dari uang jajan selama minggu ini."
"Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.
"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga.
Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat
berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp
15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-
maka setengah jam harus Rp 20.000,-Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-.
Makanya aku mau pinjam dari Ayah," kata Imron polos.
Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat. Saya tidak tahu apakah kisah di atas fiktif atau kisah nyata. Tapi
saya tahu kebanyakan anak-anak orang kantoran maupun wirausahawan saat
ini memang merindukan saat-saat bercengkerama dengan orang tua mereka.
Saat dimana mereka tidak merasa "disingkirkan" dan diserahkan kepada
suster, pembantu atau sopir. Mereka tidak butuh uang yang lebih
banyak. Mereka ingin lebih dari itu.
Mereka ingin merasa kan sentuhan kasih-sayang Ayah dan Ibunya. Apakah
hal ini berlebihan? Sebagian besar wanita karier yang nampaknya
menikmati emansipasi-nya, diam-diam menangis dalam hati ketika
anak-anak mereka lebih dekat dengan suster, supir, dan pembantu daripada ibu
kandung mereka sendiri. Seorang wanita muda yang menduduki posisi asisten
manajer sebuah bank swasta, menangis pilu ketika menceritakan
bagaimana anaknya yang sakit demam tinggi tak mau dipeluk ibunya, tetapi
berteriak-teriak memanggil nama pembantu mereka yang sedang mudik
lebaran.
Kesimpulan dari cerita tadi :
Ada dua golongan orang kaya
1. Orang yg semakin kaya, semakin tidak punya waktu (buat keluarga,
dirinya sendiri) Prinsip golongan orang no. 1 ini adalah ===> ORANG
bekerja untuk UANG.
2. Orang yg semakin kaya, semakin punya waktu dan menikmati kekayaan
bersama keluarganya. Prinsip golongan ini ===> UANG bekerja untuk
ORANG
Karena di Indonesia (khususnya di Jakarta), kita banyak melihat dan
mengenal orang dari golongan no. 1 itu, maka DOGMA "Kalau mau kaya
harus punya pendidikan tinggi dan bekerja keras serta mengorbankan waktu"
dianggap benar.
Akibatnya semakin tinggi jabatan dan kariernya, semakin sibuk dia,
sehingga waktu buat keluarga dan diri sendiri tidak punya.
Akibatnya bisa kita lihat, banyak eksekutif yang mudah stress dan
terkena penyakit. Kaya tapi Stress dan penyakitan.
Nah, termasuk golongan manakah kita?.
Pada suatu pagi buta, seorang pemuda mendatangi rumah gurunya yang
dikenal bijak di desa itu. Dia mengetuk pintu rumah dengan keras, sambil suaranya terdengar memanggil-manggil gurunya.
Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kuap membuka pintu sambil
berkata, "Ada apa anakku? Pagi-pagi begini mengganggu nyenyak tidurku. Ada sesuatu yang penting?" Pemuda menjawab, "Ampun guru, maafkan saya
terpaksa mengganggu tidur guru. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan."
Si guru kemudian mempersilahkannya masuk ke dalam rumah dan pemuda itu
pun segera menceritakan kegundahannya, yakni semalam dia bermimpi
dijemput malaikat dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia ingin
menolak tetapi sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik
menarik itulah dia terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur
lagi. Timbul perasaan takut dan tidak berdaya membayangkan bila malaikat
benar-benar datang kepadanya.
Si pemuda kemudian bertanya kepada gurunya, "Guru, kapan kematian akan
datang kepada manusia?" Gurunya menjawab, "Saya tidak tahu anakku.
Kematian adalah rahasia Tuhan".
"Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan selalu menjadi tempat bertanya bagi
semua orang di daerah sini," desak si murid. "Baiklah. Sebenarnya
rata-rata manusia meninggal pada usia 70 sampai 75 tahun. Tetapi
sebagian ada yang tidak mencapai atau lebih dari perkiraan tersebut."
Merasa tidak puas dia kembali bertanya, "Jadi, umur berapakah manusia
pantas untuk mati?" Sambil pandangannya menerawang keluar jendela, sang
guru menjawab, "Sesungguhnya, begitu manusia dilahirkan, proses penuaan
langsung terjadi. Sejak saat itu, manusia semakin tua dan kapan pun bisa
mengalami kematian". Si murid bertanya terus, "Lalu, bagaimana sebaiknya
saya menjalani hidup ini?"
Hiduplah Saat Ini
"Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai
hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. Bekerjalah secara jujur
dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan.
Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu! Mengerti?" Dengan wajah gembira
si murid berkata, "Terima kasih guru, saya mengerti. Saya akan belajar
dan bekerja dengan sungguh-sungguh, berani menghadapi hidup ini,
sekaligus menikmatinya. Saya pamit guru."
Hiduplah Saat Ini
Hiduplah saat ini, tidak usah menyesali hari kemarin, karena hari
kemarin sudah berlalu, tidak usah cemas akan hari esok, karena hari esok
belum datang,
Hari ini
Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan , kebahagian bagi setiap
orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh
totalitas!