Kadar gula tinggi juga disebabkan karena gangguan
metabolisme tubuh.
Lakukan pengecekan gula darah secara
rutin.
Dengung diabetes yang semakin santer bisa menandakan jika
penyakit ini juga kian merebak. Kondisi peningkatan gula darah dalam tubuh ini
ternyata banyak menimbulkan penyakit-penyakit degeneratif lainnya.
Cara pencegahannya hanya satu. Mulai
menerapkan pola hidup sehat, atau melakukan diet khusus untuk membantu
mengontrol gula darah. Sayangnya justru ini dianggap sepele. Memilih hidup enak
tanpa harus terbebani dengan memilah jenis makanan. Berikut beberapa faktor
mencetus diabetes yang sering kali kita abaikan.
Hidup nikmat tanpa olahraga
Kadar gula darah pada tubuh sangat
tergantung pada kelancaran metabolisme. Biasanya mereka yang memiliki
metabolisme lemah adalah mereka yang kurang berolahraga hingga memicu
peningkatan gula darah.
Konsumsi makanan berlemak
Setiap makanan yang mengandung lemak
akan meningkatkan berat tubuh. Ini juga salah satu penyebab diabetes. Banyak
temuan yang mengungkap jika minyak nabati dan makanan yang mengandung lemak
seperti burger, keripik kentang dan lainnya berkontribusi terhadap diabetes.
Tingginya tingkat lemak dalam tubuh akan menimbulkan masalah jantung.
Karbohidrat olahan
Ada baiknya Anda menghindari jenis
makanan yang mengandung karbohidrat olahan seperti gula, beras, permen, dan
sereal kering ternyata sangat tinggi karbohidrat yang berujung pada kenaikan
berat badan yang mengganggu metabolisme.
Melupakan serat
Diabetes juga berawal dari
pencernaan. Oleh karena itu, Anda harus menjaga sistem pencernaan dengan
mengonsumsi makanan kaya serat. Selipkan sejumlah sayuran hijau dan buah di
setiap menu makan Anda. Serat ini akan bekerja melepaskan glukosa dari dalam
tubuh secara perlahan.
Minimalkan makan
Untuk alasan melangsingkan tubuh,
mengurangi frekuensi makan memang baik. Namun tidak demikian untuk pencegahan
diabetes. Ini karena saat lapar, kita akan cenderung memilih makanan manis dan
mengandung karbohidrat tinggi untuk mengenyangkan. Sebaliknya, mengkonsumsi
camilan membantu Anda terhindar dari diabetes. Anda dianjurkan makan makanan
kecil sebanyak lima hingga enam kali dalam sehari. (umi)
Ciuman adalah kontak fisik yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan dengan mempertemukan bibir (mulut) atau hidung ke bibir (mulut), pipi, kening, atau anggota tubuh lainnya. Dalam suatu hubungan cinta antara pria dan wanita biasanya ciuman atau kissing lebih diidentikkan dengan kontak fisik antara bibir (mulut) dengan bibir (mulut). Untuk cium antara orang dewasa dengan anak-anak biasanya melibatkan bibir (mulut) atau hidung dengan pipi, kening atau rambut.
Berciuman tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa mengikuti peraturan yang berlaku karena akan dapat menyebabkan berbagai dampak buruk atau efek negatif akibat dari ciuman, yaitu antara lain seperti :
1. Zina
Bagaimanapun juga ciuman dapat meningkatkan gairah hawa nafsu baik pada laki-laki maupun perempuan. Mungkin awalnya hanya sekedar ciuman, namun tanpa disadari bisa berkembang menjadi perzinahan yang dilarang agama dan hukum indonesia. Ada banyak sekali dampak buruk dari melakukan zina seperti hamil di luar nikah, tertular hiv aids, kehilangan kesucian, membuat malu keluarga, dan masih banyak lagi yang lainnya yang bisa dibaca di bagian lain di situs web organisasi.org ini.
2. Transfer Penyakit Menular
Berciuman walaupun sebentar dapat menularkan penyakit dari orang yang tidak sehat walafiat kepada orang yang kondisi badannya sidang tidak baik. Penyakit akibat berciuman bisa bermacam-macam seperti influenza, tipes, hiv aids, dan lain sebagainya. Jika hendak melakukan ciuman, maka sebaiknya kita pastikan dulu kesehatan pasangan ciuman kita apakah mengidap suatu penyakit sosial atau tidak.
3. Dapat Hukuman / Sanksi
Jika ciuman yang dilakukan ternyata melanggar peraturan dan akhirnya tertangkap basah ketahuan sedang melakukan ciuman, maka bukan sesuatu yang tidak mungkin para pelakunya diberikan hukuman atau sanksi. Misalkan saja seorang cowok dan cewek tertangkap basah oleh gurunya sedang berciuman, maka guru tersebut akan memberi nasihat, hukuman, dan lain sebagainya.
4. Rusak Nama Baik
Masyarakat kita yang berbudaya timur belum tentu menerima apa yang namanya ciuman pada pasangan yang belum sah menjadi suami isteri. Berbagai dampak sosial akan dapat kita rasakan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari masyarakat di sekitar kita. Nama kita yang tadinya baik bisa berubah menjadi tidak baik hanya karena melakukan sesuatu yang dianggap tabu.
5. Terkenang / Sulit Konsentrasi
Orang yang senang dengan perciuman yang dilakukannya akan menjadi terbayang-bayang atau terkenang-kenang selalu sehingga mengakibatkan gangguan sulit konsentrasi. Ibarat candu, ciuman (kissing) pun juga bisa membuat pelakunya ketagihan sehingga mau mengulanginya lagi dan lagi tanpa mempedulikan hal-hal buruk/negatif yang mungkin bisa terjadi.
6. Trauma / Mimpi Buruk
Kebalikan 180 derajat dari point di atas. Orang yang menjadi korban penciuman paksa bisa saja menjadi trauma dan selalu terngiang-ngiang akan kejadian yang menimpanya. Coba bayangkan jika kita menjadi korban penciuman paksa oleh orang jelek, dekil, kumal, kumuh, dan kurang waras, maka kita akan merasa tidak nyaman atas gangguan tersebut.
7. Menimbulkan Kebencian
Jika ciuman yang dilakukan tidak didasari atas perasaan suka sama suka, maka dapat menyebakan rasa benci korban penciuman kepada orang yang mencium paksa. Bukannya dapat peluang untuk bisa pendekatan lebih lanjut, malah bisa dijauhi oleh orang yang disukainya akibat dari perbuatannya yang berlebihan di luar batas normal.
8. Pengaruh Buruk Bagi Anak-Anak
Bagi anak-anak di bawah umur yang belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk, maka adegan ciuman yang mereka lihat secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi persepsi mereka. Bisa saja mereka jadi ikut-ikutan dan tidak ragu-ragu untuk mempraktekannya dengan teman-temannya.
---
Lakukanlah ciuman pada pasangan hidup kita (suami/isteri) setelah menikah saja agar tidak menimbulkan berbagai hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita semua. Jika sudah menikah secara sah makan pasangan suami istri bebas melakukan apa saja yang mereka mau selama tidak melanggar hukum dan agama, termasuk cium-ciuman. Gagal mengikuti aturan main dalam ciuman, maka siap-siap saja untuk mendapatkan keburukan-keburukannya baik cepat maupun lambat.
Melakukan sesuatu yang mengasyikkan memang sangat menyenangkan sehingga bisa membuat kita lupa waktu dan melakukan berbagai hal yang seharusnya dilakukan. Waktu akan serasa berjalan sangat cepat ketika kita sedang mengerjakan sesuatu yang kita sukai. Berbeda halnya ketika kita melakukan hal-hal yang kita benci, maka waktu akan terasa berputar begitu lambat. Suka tidak suka kita tahu bahwa waktu terus berjalan dan tidak akan mungkin bisa kembali lagi.
Beberapa hal asyik yang sering membuat kita lupa daratan contohnya adalah sebagai berikut di bawah ini : - Browsing internet / berkelana di dunia maya - Main game online maupun offline - Nonton televisi / mendengar radio - Nonton film DVD, VCD, Bluray Disc (BD), dll - Mendengarkan musik dan bermain musik - Main bola dan olahraga lainnya dengan teman-teman - Membaca buku, majalah, komik, novel, dsb - Memancing / berburu / berpetualang - Bekerja (bagi yang workoholik) - Pacaran dengan orang yang dicintai
Sesuatu yang menyenangkan bagi seseorang belum tentu sama menyenangkannya bagi orang yang lain. Seseorang bisa saja bisa tahan berjam-jam mancing ikan di empang, namun bagi orang lain mungkin satu jam pun tak tahan dan ingin segera melakukan kegiatan lain yang menurutnya lebih menyenangkan. Orang yang keranjingan berat terhadap sesuatu hal akan sulit untuk hidup normal, karena selalu terbayang-bayang akan hal yang disukainya itu sehingga dapat menyebabkan masalah maupun konflik dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, baik kepada keluarga, teman, saudara, tetangga, dan lain sebagainya.
Sesuatu / Hal-hal yang biasa terlupakan saat melakukan sesuatu yang seru mengasyikan :
Macam-macam / jenis-jenis lupa di atas berbeda antara orang yang satu dengan yang lain. Yang jelas penyesalan memang datangnya belakangan ketika semuanya sudah terjadi dan menunjukkan dampak-dampak buruknya. Untuk mengatasi atau mencegahnya kita harus membatasi diri kita pada hal-hal yang tampak menyenangkan. Disiplinkan diri kita untuk melakukan sesuatu sesuai jadwalnya dan tidak boleh ada kegiatan tidak bermanfaat yang pelaksanaannya butuh waktu yang sangat lama.
Abu Thalhah adalah salah seorang sahabat Nabi yang amat beruntung karena kehidupan keluarganya yang sakinah. Isterinya yang bernama Rumaisah atau lebih dikenal dengan Ummu Sulaim bukan hanya cantik dan menggairahkan, tapi juga shalehah dan cerdas. dikaruniai seorang anak dari Allah swt melengkapi kebahagiaan keluarga ini.
Namun demikian, selalu kumpul di rumah untuk selalu menikmati kebahagiaan tidaklah mungkin. Seorang suami harus keluar dari rumah untuk mencari nafkah yang juga menjadi tanggungjawab dan bukti cintanya kepada keluarga. Bahkan dalam situasi yang mendesak ia tetap harus lakukan hal itu.
Suatu ketika anak semata wayang yang mereka cintai jatuh sakit, sementara Abu Thalhah harus keluar rumah untuk mencari nafkah dan bila tidak keluar rumah, ia tidak mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Karenanya, meskipun terasa berat ia tetap pergi untuk melaksanakan kewajibannya itu.
Ketika sore hari, anaknya yang sakit akhirnya meninggal dunia. Duka amat dalam dirasakan oleh Rumaisah, iapun mengucurkan air mata sampai terasa sudah habis bersama kesedihannya yang juga demikian. Hari sudah mendekati malam yang berarti suaminya segera pulang, IA TIDAK INGIN SUAMINYA PULANG YANG DALAM KEADAAN LELAH HARUS BERHADAPAN DENGAN KESEDIHAN YANG DALAM DAN TIDAK MENYENANGKAN.
Untuk menyambut suaminya pulang, Ummu Sulaim memindahkan jenazah anak yang dicintainya itu ke kamar khusus, iapun menutupi wajahnya yang sedih dengan sedikit bersolek dan siap menyambut kepulangan suaminya malam itu dengan wajah gembira seperti tidak ada masalah.
Kepulangan Abu Thalhah betul-betul disambut dengan gembira, saat ia bertanya tentang keadaan anaknya, iapun menjawab bahwa sang anak sedang beristirahat, bahkan lebih tenang dari biasanya. Abu Thalhah tentu merasa bersyukur. Makan malam yang lezat sudah dihidangkan oleh isteri yang amat dicintainya, bahkan sesudah makan malam selesai, sang isteri dengan wajahnya yang bersinar, bahkan nampak lebih cantik dari biasanya mengajaknya bercengkrama dengannya sehingga Abu Thalhah melakukan hubungan suami isteri dengan kepuasan tersendiri.
Setelah sang suami isteri ini merengkuh kepuasan dan kebahagiaan malam itu, Rumaisah tiba-tiba bertanya kepada suaminya: “Bila ada orang menitipkan sesuatu kepada kita, sesuatu itu milik kita atau bukan, padahal kita amat menyenangi sesuatu itu?”.
“Tentu bukan”, jawab Abu Thalhah.
Rumaisah melanjutkan pertanyaannya: “Bila sesuatu itu diambil oleh yang punya bagaimana?”.
“Tidak apa-apa, hak orang itu untuk mengambilnya karena memang hal itu miliknya”, jawab sang suami.
“Bila sesuatu itu adalah anak kita, anak itu milik kita atau titipan?”. Tanya Rumaisah lagi.
Sampai disini, Abu Thalhah merasa ada yang aneh dengan pertanyaan isterinya itu. Karenanya ia bertanya: “Apa sebenarnya maksud pertanyaanmu itu?”.
“Kalau kita menyadari bahwa anak kita adalah titipan Allah swt, maka Allah swt telah mengambilnya, ia telah wafat menjelang maghrib tadi”, jawab Rumaisah.
Meskipun kalimat itu diucapkan sedemikian pelan dan hati-hati, hal itu telah menggetarkan hati Abu Thalhah. Menyadari kematian sang anak yang dicintai membuatnya menjadi diam dan sedih serta termenung memikirkan kejadian hari itu. BILA SANG ISTERI BERKATA APA ADANYA SEJAK KEPULANGANNYA, TIDAK MUNGKIN IA HARUS BERSENANG-SENANG DENGAN MAKAN YANG LEZAT DAN MELAKUKAN HUBUNGAN SUAMI ISTERI.
NAMUN, IA MENJADI SEMAKIN CINTA DAN BANGGA KEPADA SANG ISTERI ATAS KECERDASAN HATI DAN PIKIRANNYA ATAS PERISTIWA INI. “ISTERIKU TERNYATA TELAH BERBUAT SESUATU YANG PATUT DITELADANI”, PIKIRNYA MESKIPUN IA HAMPIR TIDAK PERCAYA DENGAN APA YANG DIALAMINYA.
Setelah jenazah sang anak diurus dengan baik. Abu Thalhah merenung atas kekagumannya kepada sang isteri, ia merasa sebagai seorang suami amat tertinggal dengan isterinya dalam menyikapi sesuatu. Ia ingin berusaha untuk menjadi lebih baik dari isterinya. Maka iapun datang kepada Rasulullah saw dan menceritakan peristiwa yang sesungguhnya terjadi.
Mendengar cerita Abu Thalhah, Rasulullah saw nampak sangat antusias, wajahnya nampak begitu gembira dengan cerita tentang keadaan umatnya yang mengagumkan. Karenanya sesudah mendengar cerita itu, Rasulullah saw mendo’akan agar Allah swt memberkati malam-malam berikutnya suami isteri yang tabah itu.
Kejadian ini menjadi cerita yang tersebar luas di Madinah, para suami isteri ingin memiliki ketabahan, kesabaran dan kesungguhan seperti Abu Thalhah dan Rumaisah ini. Harapan Rasulullah saw ternyata menjadi kenyataan. Suami isteri yang mulia ini dikarunia anak-anak yang tidak hanya satu, tapi tujuh anak yang mudah dididik dan dibina menjadi anak yang shaleh, bahkan anak-anak inipun menjadi penghafal Al-Qur’an yang mengagumkan.
Sahabat wanita… tak ada satupun laki-laki yang tidak menginginkan istrinya atau calon istrinya seperti Rumaisah, CINTA seorang lelaki tak akan perpaling sedikitpun jika Istrinya atau calon istrinya seperti Rumaisah, kecuali Lelaki itu BODOH. Jadilah Rumaisah kita akan serasa tinggal di SORGA sebelum SORGA
1. Pengertian puasa menurut istilah adalah..
2. Sebutkan macam-macam puasa!
3. Sebutkan rukun puasa!
4. Sebutkan hal-hal yang membatalkan puasa!
5. Sebutkan 5 macam sunah puasa!
6. Sebutkan hal-hal yang membolehkan tidak berpuasa di bulan ramadhan!
7. Apa yang dimaksud dengan hisab dan rukyat!
8. Sebutkan amalan sunah puasa!
9. Sebutkan 3 hal yang membatalkan puasa!
10. Sebutkan 3 kelompok orang yang hanya wajib membayar qada saja sebagai pengganti puasa!
Al-qur’an dan Hadist
11. malaikat diciptakan oleh Allah dari…
12. Ruhul Amin adalah julukan yang diberikan kepada malaikat apa?
13. malaikat Rakib diberi tugas oleh Allah untuk…..
14. Ayah Nabi Ibrahim adalah seorang…
15. Menahan diri dari keluh kesah disebut..
16. Rendah hati merupakan sikap yang…
17. Apa arti ayat berikut : إن الله مع الصابرين
18. sebutkan tiga ciri-ciri orang menafik
19. malaikat yang bertugas membawa hujan adalah..
20. siapa nama ibu Nabi Ismail..?
SKI
21. Pemerintah setelah wafat Nabi Muhammad disebut
22. Ar-Rasyid artinya
23. Tantangan yang harus dislesaikan Khalifah pertama adalah
24. Saidina Abu Bakar lahir di Kota…
25. Kata Abu pada nama Abu Bakar berarti ……….
26. Budak yang dimerdekakan oleh Abu Bakar kemudian menjadi muazin dalah ………
27. Saidina Umar di gelar dengan sebutan
28. Abu Bakar dibaiat menjadi Khalifah pada tahun…………
29. Khulafaur Rasyidin berarti ………
30. Ajaran tentang bagaimana cara mengabdi atau menyembah Allah S.W.T disebut …
‘Aqidah dan Akhlak
31. Apakah arti beriman kepada kitab Allah?
32. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi?
33. Menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT setelah berusaha dengan sungguh-sungguh dinamakan…..
34. Berterima kasih terhadap nikmat Allah atas segala nikmat Allah yang diberikan kepadanya adalah pengertian dari sifat…..
35. Sebutkan lima nama lain dari Al-Qur’an beserta artinya?
36. Bacakan bunyi ayat yang pertama turun dari Al-Qur’an?
37. Sebutkan 3 akhlak yang terpuji?
38. : adalah salah satu sifat Allah yang artinya…..
39. Sebutkan salah satu kandungan pokok isi Al-Qur’an yang kamu ketahui?
40. Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, kalimat tersebut adalah arti dari hadits nabi yang berbuyi…. Bacakan.
Tajwid
41. Idhar artinya ….
42. Idgham Bi ghunnah artinya ….
43. Berapa huruf-huruf Idgham Bilaghunnnah dan sebutkan huruf-hurufnya.
44. Iqlab artinya ….
45. Ikhfa syafawi terjadi apabila terdapat Mim mati ( ) berjumpa dengan….
46. Apakah yang dimaksud dengan izhar syafawi dan sebutkan huruf-hurufnya?
47. Apakah yang dimaksud dengan Qalqalah Sughra?
48. Jika dalam sebuah kalimat terdapat YA mati ( ), baris sebelumnya kasrah maka apa hokum tajwid bagi kalimat tersebut
49. Dalam sebuah kalimat terdapat mad asli, kemudian berjumpa dengan alif atau hamzah, maka hokum kalimat tersebut menjadi….
50. Lam ( ) dan Mim ( ) pada ayat pertama surah Al-Baqarah ( ) adalah Mad…
Umum
51. Siapakah nama keponakan Rasulullah yang pertama masuk islam
52. Coba bacakan niat puasa Ramadhan
53. Jika seseorang menjadi imam, apakah hukum meniatkan zikir bagi bacaan jihar dalam sembahyang bagi imam tersebut..??
54. Kapan nabi Muhammad di Isra mi’rajkan… dan apa perintah yang diterima Rasulullah pada malam tersebut..!!
55. Siapakah nama lahir saidina Abu Bakar..?
56. Adalah dalil untuk sifat Allah. Apa?
57. Adalah dalil untuk sifat Allah. Apa?
58. Sebutkan arti tabliqh pada sifat Rasulullah.!
59. Berapa jumlah ayat dan surat dalam Al-qur’an.!!
60. Sebutkan nama Nabi-nabi yang termasuk Golongan ulull azmi..!
61. Mengapa tahun kelahiran Rasulullah disebut dengan tahun gajah.??
62. Kaum yang menyambut Nabi ketika Hijrah ke madinah di sebut….
63. Berbuatlah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan berbuatlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok. Pernyataan tersebut adalah arti dari sebuah Hadist Rasulullah. Bacakan Bunyi hadist tersebut..!
64. Kebersihan adalah sebagian dari Iman, adalah arti dari Hadist yang berbunyi….? Bacakan hadist tersebut.!!
65. Sebaik baik kamu adalah yang belajar Al-qur’an dan mengajarkannya. Bacakan bunyi hadist tersebut.!!
66. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi muslim laki-laki dan perempuan. Adalah hadist Rasulullah yang berbuyi..!! Bacakanlah.!!
67. Sebutkan arti dari Al-fatihah ( )
68. Apakah arti ihkfa menurut bahasa.?
69. Lanjutkan ayat berikut yang terdapat dalam surat Al-‘ashr. Ilalladzina amanu wa’amilusshalihati
Jawab
1. Suatu amal ibadah yang dilaksanakan dg cara menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenam matahari disertai dengan niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu
2. Puasa Wajib, Puasa Sunah, Puasa Makruh, Puasa Haram
3. Niat, meninggalkan segala sesuatu yg membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari
4. Muntah dgn sengaja, jimak, haid atau nifas, gila mabuk atau pingsan, makan dan minum, murtad
5. Makan sahur, mengakhirkan makan waktu makan sahur, menyegerakan berbuka puasa, berbuka danganyg manis, membaca do'a ketika berbuka
6Sakit yg menyebabkan tidak sanggup berpuasa, dalam perjalanan jauh, usia yang sudah lemah, hamil atau menyusui anak
7. Hisab = menggunakan perhitungan menurut ilmu falaq atau ilmu astronomi.
rukyat = melihat bulan dgn mata kepala sendiri yg menandakan datangnya tanggal 1 bulan Qomariyah
8. Makan sahur, mengakhiri makan sahur, berbuka dengan yang manis
9. Muntah dgn sengaja, jimak, makan dan minum
10. Usia tua yg sudah lemah, orang hamil atau menyusui anak, dalam perjalanan jauh
Paket A.
1. Pengertian puasa menurut istilah adalah..
2. Malaikat diciptakan oleh Allah dari…
3. Pemerintah setelah wafat Nabi Muhammad disebut
4. Apakah arti beriman kepada kitab Allah?
5. Idhar artinya ….
6. Siapakah nama keponakan Rasulullah yang pertama masuk islam
7. Siapakah nabi yang ditelan dalam perut ikan…
8. ليس كمثله شيأ Adalah dalil untuk sifat Allah. Apa?
9. Sebutkan tiga ciri-ciri orang menafik
10. Siapa nama ibu Nabi Ismail..?
Paket A 1
1. Sebutkan macam-macam puasa!
2. Ruhul Amin adalah julukan yang diberikan kepada malaikat apa?
3. Ar-Rasyid artinya
4. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi?
5. Idgham Bi ghunnah artinya ….
6. Coba bacakan niat puasa Ramadhan
7. Lanjutkan ayat berikut yang terdapat dalam surat Al-‘ashr.الا الذين أمنوا و عملوا الصالحات
Paket A2
1. Sebutkan rukun puasa!
2. Malaikat Rakib diberi tugas oleh Allah untuk…..
3. Tantangan yang harus dislesaikan Khalifah pertama adalah
4. Menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT setelah berusaha dengan sungguh-sungguh dinamakan…..
5. Berapa huruf-huruf Idgham Bilaghunnnah dan sebutkan huruf-hurufnya.
6. Jika seseorang menjadi imam, apakah hukum meniatkan zikir bagi bacaan jihar dalam sembahyang bagi imam tersebut..??
7. Apakah arti ihkfa menurut bahasa.?
Paket A3
1. Sebutkan hal-hal yang membatalkan puasa!
2. Ayah Nabi Ibrahim adalah seorang…
3. Saidina Abu Bakar lahir di Kota…
4. Berterima kasih terhadap nikmat Allah atas segala nikmat Allah yang diberikan kepadanya adalah pengertian dari sifat…..
5. Iqlab artinya ….
6. Kapan nabi Muhammad di Isra mi’rajkan… dan apa perintah yang diterima Rasulullah pada malam tersebut..!!
7. Sebutkan arti dari Al-fatihah ( الفاتحة )
Paket A4
1. Sebutkan 5 macam sunah puasa!
2. Menahan diri dari keluh kesah disebut..
3. Kata Ash-shidiq pada nama Abu Bakar berarti ……….
4. Sebutkan lima nama lain dari Al-Qur’an beserta artinya?
5. Ikhfa syafawi terjadi apabila terdapat Mim mati ( م ) berjumpa dengan….
6. Siapakah nama lahir saidina Abu Bakar..?
7. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi muslim laki-laki dan perempuan. Adalah hadist Rasulullah yang berbuyi..!! Bacakanlah.!!
Paket B.
1. Sebutkan hal-hal yang membolehkan tidak berpuasa di bulan ramadhan!
2. Rendah hati merupakan sikap yang…
3. Budak yang dimerdekakan oleh Abu Bakar kemudian menjadi muazin dalah
4. Bacakan bunyi ayat yang pertama turun dari Al-Qur’an?
5. Apakah yang dimaksud dengan izhar syafawi dan sebutkan huruf-hurufnya?
6. ليس كمثله شيأ Adalah dalil untuk sifat Allah. Apa?
7. Sebaik baik kamu adalah yang belajar Al-qur’an dan mengajarkannya. Bacakan bunyi hadist tersebut.!!
8. Sebutkan hal-hal yang membatalkan puasa!
9. Lanjutkan ayat berikut yang terdapat dalam surat Al-‘ashr.الا الذين أمنوا و عملوا الصالحات
10. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi muslim laki-laki dan perempuan. Adalah hadist Rasulullah yang berbuyi..!! Bacakanlah.!!
Paket B1.
1. Apa yang dimaksud dengan hisab dan rukyat!
2. Apa arti ayat berikut : إن الله مع الصابرين
3. Saidina Umar di gelar dengan sebutan
4. Sebutkan 3 akhlak yang terpuji?
5. Apakah yang dimaksud dengan Qalqalah Sughra?
6. قل هو الله احد Adalah dalil untuk sifat Allah. Apa?
7. Kebersihan adalah sebagian dari Iman, adalah arti dari Hadist yang berbunyi….? Bacakan hadist tersebut.!!
Paket B2.
1. Sebutkan amalan sunah puasa!
2. Sebutkan tiga ciri-ciri orang menafik
3. Abu Bakar dibaiat menjadi Khalifah pada tahun…………
4. قيمه بنفسه : adalah salah satu sifat Allah yang artinya…..
5. Jika dalam sebuah kalimat terdapat YA mati ( ي ), baris sebelumnya kasrah maka apa hokum tajwid bagi kalimat tersebut
6. Sebutkan arti tabliqh pada sifat Rasulullah.!
7. Berbuatlah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan berbuatlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok. Pernyataan tersebut adalah arti dari sebuah Hadist Rasulullah. Bacakan Bunyi hadist tersebut..!
Paket B3.
1. Sebutkan 3 hal yang membatalkan puasa!
2. Malaikat yang bertugas membawa hujan adalah..
3. Khulafaur Rasyidin berarti ………
4. Sebutkan salah satu kandungan pokok isi Al-Qur’an yang kamu ketahui?
5. Dalam sebuah kalimat terdapat mad asli, kemudian berjumpa dengan alif atau hamzah, maka hokum kalimat tersebut menjadi….
6. Berapa jumlah ayat dan surat dalam Al-qur’an.!!
7. Kaum yang menyambut Nabi ketika Hijrah ke madinah di sebut….
Paket B4.
1. Sebutkan 3 kelompok orang yang hanya wajib membayar qada saja sebagai pengganti puasa
2. siapa nama ibu Nabi Ismail..?
3. Ajaran tentang bagaimana cara mengabdi atau menyembah Allah S.W.T disebut…….
4. Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, kalimat tersebut adalah arti dari hadits nabi yang berbuyi…. Bacakan.!!
5. Lam ( ل ) dan Mim ( م ) pada ayat pertama surah Al-Baqarah ( 1 :البقرة ) adalah Mad…
6. Mengapa tahun kelahiran Rasulullah disebut dengan tahun gajah.??
7. Sebutkan nama Nabi-nabi yang termasuk Golongan ulull azmi..!
Perilaku beragama merupakan suatu hal yang sangat penting dan urgent dalam sebuah pendidikan islam. Karena memang tujuan dari adanya pendidikan islam adalah perilaku beragama. Hal ini berarti perilaku beragama merupakan respon siswa terhadap ajaran dari agama. Respon siswa ini diwujudkan dalam bentuk tingkah laku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga perilaku beragama secara eksplisit mempunyai implikasi dalam dalam bidang pendidikan islam. Yaitu terletak pada tingkah laku siswa dalam merespon apa saja yang diajarkan oleh guru. Dan ketika seorang siswa dapat memahami, mengerti dan menghayati apa yang disampaikan guru, maka siswa akan dapat mempraktekkan dalam kehidupanya. Artinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari, siswa tidak akan terlepasa dari aturan-aturan yang terdapat dalam agama.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku beragama sangat banyak sekali. Ada factor intern dan ada juga factor ekstern. Factor intern adalah factor yang berasal dari dalam diri siswa misalnya meliputi kesadaran siswa akan pentingnya peningkatan perilaku beragama ataupun keinginan siswa untuk meningkatkan perilaku beragamanya sehari-hari. Sedangkan factor ekstern adalah factor yang berasal dari luar siswa misalnya adanya motivasi atau dorongan dari guru, adanya stimulus dari guru maupun adanya pengaruh lingkungan dalam peningkatan perilaku beragama siswa.
Salah satu factor yang dapat mempengaruhi prilaku beragama siswa adalah aktivitas membaca buku ilmu islam terapan. Hal ini bisa dilihat dari isi dan tujuan buku ilmu islam terapan. Tujuan ilmu islam terapan sudah jelas yaitu untuk meningkatkan perilaku beragama pembaca dan hal ini di tunjang dengan isi buku tersebut. Isi buku adalah mengenai langkah-langkah praktis untuk meningkatkan perilaku beragama seperti tadrib qolbi, manajemen qolbu, fiqh amali, tauhid amali, penghayatan fungsional orang beriman dan lain sebagainya. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa membaca dapat mempengaruhi perilaku beragama seseorang ? Pertanyaan yang cukup menarik dan jawabanya adalah ketika seseorang dapat membaca, memahami dn menghayati maka ia akan mengerti tentang buku ilmu islam terapan sehingga pada nantinya terciptalah peningkatan perilaku beragama seseorang setelah melakukan aktifitas membaca buku tersebut dengan penuh pemahaman dan penghayatan.
Melihat fakta yang ada bahwasanya ilmu islam terapan merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di STAIN Kudus dan salah satu referensi yang dianut adalah buku ilmu islam terapan karya Prof Muslim A Kadir. Dengan mengetahui tjuan Prof Muslim menulis buku itu adalah memberikan langkah praktis bagi mahasiswa STAIN Kudus dalam upaya peningkatan perilaku beragama. Akan tetapi walapun mahasiswa sudah diberikan materi tentang ilmu islam terapan, masih banyak mahasiawa STAI Kudus yang tidak ada peningkatan dalam perilaku beragama dalam kehidupanya sehari-hari.
A. Aktifitas Membaca
Aktivitas adalah kelangsungan, kelanjutan, kesinambungan dalam menjalankan suatu aktivitas (kegiatan) selalu terus menerus tidak pernah di lupakan atau di tinggalkan. Sedang yang dimaksud disini adalah melakukan kegiatan membaca buku pelajaran agama islam baik ketika di sekolah maupun diluar sekolah.
Membaca berasal dari kata “ baca “ yang mempunyai arti melihat dan melafalkan apa yang tertulis yang membutuhkan kecermatan dan pemahaman. Salah dalam memahami suatu kalimat maka akan mengalami kekeliruan dalam memaknai sebuah kalimat. Jadi membaca adalah proses pembentukan makna dari teks-teks tertulis, kemampuan untuk menguraikan huruf dan memahami maksud kata perkata dalam kalimat.
Untuk menguatkan pengertian di atas, perlu penulis paparkan beberapa pendapat dari berbagai tokoh pendidikan mengenai pengertian mambaca, yaitu sebagai berikut :
Menurut Marksheffel, membaca adalah kegiatan kompleks dan disengaja, dalam hal berupa proses berfikir yang didalamnya terdiri dari berbagai aksi pikiran yang bekerja secara terpadu, mengarah kepada satu tujuan, yaitu memahami makna dari paparan tertulis secara keseluruhan)
Menurut Dr. Sudarso, mamabaca merupakan aktivitas kompleks yang mengarahkan sejumlah besar tindakan terpisah, mencakup penggunaan penglihatan, khayalan, pengamatan dan ingatan, artinya yang berperan adalah mata dan pikiran.
Menurut Muchottob, membaca dan menulis adalah suatu hal yang paling prinsip dalam pembangunan ilmu pengetahuan. Kokohnya syariat dalam agama dan kesadaran ahlakul karimah dipahami dan diajarkan serta diwariskan melalui membaca dan menulis.
Dalam keterangan yang lain, membaca adalah serangkaian kegiatan untuk memahami sesuatu keterangan yang disegikan kepada indra penglihatan dalam bentuk lambang huruf dan tanda lainnya. Dari keterangan ini bisa diartikan bahwa membaca bukanlah kegiatan mata memandang serangkaian hal dalam bahan bacaan saja, melainkan kegiatan pikiran untuk memahami suatu keterangan melalui indra penglihatan.
Sedangkan yang dimaksud membaca disini adalah suatu kegiatan yang kompleks artinya melibatkan indra mata untuk melihat, indra lesan untuk mengucapkan dan pikiran untuk memahami maksud serta tujuan suatu teks. Dari pemahaman ini tujuan membaca diharapkan bisa tercapai dengan baik.
B. Perilaku Beragama
Perilaku (behavior) adalah segala tindakan yang dilakukan oleh organisme. Perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsang atau lingkungan. Menurut Hasan Langgulung dalam bukunya beberapa pemikiran tentang pendidikan Islam mengatakan bahwa tingkah laku adalah segala aktivitas seseorang yang dapat diamati.
Beragama berasal dari dasar kata agama dan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu dari akar kata a yang berarti tidak, dan gama berarti kacau atau kocar – kacir. Dengan demikian agama dapat berarti tidak kacau atau tidak kocar-kacir. Pengertian serupa ini tampak sejalan dengan akal, karena dilihat dari segi peranan yang dimainkannya, agama dapat memberikan pedoman hidup bagi manusia agar memperoleh ketentraman, keterarutan, kedamaian dan jauh dari kekacauan dalam hidupnya.
Menurut Ahmad Tafsir, beragama adalah masalah sikap. Di dalam Islam, sikap beragama itu intinya adalah iman. Jadi yang dimaksud beragama pada intinya adalah beriman.
Jiwa beragama atau perilaku beragama merujuk kepada aspek rohaniah individu yang berkaitan dengan keimanan kepada Allah yang merefleksikan ke dalam peribadatan kepada-Nya, baik yang bersifat hablumminallah maupun hablumminannas.
Dengan demikian perilaku beragama adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang berkaitan dengan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu. Dengan kata lain, tingkah laku atas norma-norma, nilai atau ajaran dan doktrin-doktrin agama yang dianutnya. Dalam ajaran Islam , perilaku agama merupakan perilaku yang didasarkan atas nilai-nilai agama Islam, baik yang bersifat vertikal maupun yang bersifat horizontal.
Keberagamaan atau religiusitas diwujudkan dalam berbagai sisi kehidupan manusia. Aktivitas beragama bukan hanya terjadi ketika seseorang melakukan perilaku ritual (beribadah), tetapi juga ketika melakukan aktivitas lain yang didorong oleh kekuatan supranatural. Bukan hanya yang berkaitan dengan aktivitas yang tampak dan dapat dilihat mata, tapi juga aktivitas yang tak tampak dan terjadi dalam hati seseorang.
Menurut Glock dan Stark (Robertson, 1998), ada lima macam dimensi keberagamaan, yaitu :
Pertama, dimensi keyakinan. Dimensi ini berisi pengharapan dimana orang religius berpegang teguh pada pandangan teologis tertentu dan mengakui kebenaran doktrin-doktrin tertentu.
Kedua, dimensi praktik agama. Dimensi ini mencakup perilaku pemujaan, ketaatan dan hal-hal yang dilakukan untuk menunjukkan komitmen terhadap agama yang dianutnya.
Ketiga, Dimensi Penghayatan. Dimensi ini berisikan dan memperhatikan fakta bahwa semua agama mengandung pengharapan-pengharapan tertentu, meski tidak tepat jika dikatakan bahwa seseorang yang beragama dengan baik pada suatu waktu akan mencapai pengetahuan subyektif dan langsung mengenai (kenyataan terakhir bahwa ia akan mencapai suatu kontak dengan kekuatan supernatural).
Keempat, dimensi pengetahuan agama. Dimensi ini mengacu kepada harapan bahwa orang-orang yang beragama paling tidak memiliki sejumlah minimal pengetahuan mengenai dasar-dasar keyakinan, ritus-ritus, kitab suci dan tradisi-tradisi.
Kelima, dimensi pengamalan atau konsekuensi. Dimensi ini mengacu pada identifikasi akibat-akibat keyakinan keagamaan, praktik, pengalaman, dan pengetahuan seseorang dari hari ke hari.
Dari kelima dimensi tersebut di atas, dimensi tersebut merupakan kaitan antara iman, ilmu dan amal. Dimesi keyakinan merupakan cakupan dari aspek iman, dimensi pengetahuan agama merupakan cakupan dari aspek ilmu dan dimensi pengalaman merupakan cakupan dari aspek amal. Kemudian dari aspek amal terbagi menjadi dua yaitu amal yang langsung berhubungan dengan pencipta contohnya shalat, puasa, haji dan sebagainya dan amal yang berhubungan dengan manusia atau mu’amalah seperi berbuat baik terhadap tetangga, menghormati kedua orang tua dan lain-lain. Namun di sini penulis batasi pada masalah salat, puasa, berbakti kepada kedua orang tua dan suka menolong sesama.
C. Pengaruh Aktivitas Membaca Buku Ilmu Islam Terapan Terhadap Perilaku Beragama Mahasiswa STAIN Kudus
Membaca merupakan faktor penting dalam belajar. Apabila seseorang siswa tidak menaruh perhatian dalam suatu mata pelajaran, atau malas untuk membaca dan mengkaji maka sulit baginya untuk bisa memahami informasi-informasi yang disampaikan. Oleh karena itu para pendidik dan pengajar harus berusaha untuk membangkitkan perhatian murid-murid agar mereka bisa menyerap, memahami dan mau mempelajari materi yang disampaikan.
Namun, dalam proses belajar mengajar sering terdapat siswa yang sulit untuk memusatkan perhatian terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Dengan keadaan seperti ini kita tidaklah dapat dengan mudah menyalahkan kepada satu pihak saja tanpa memperhatikan pihak yang lain. Misalnya cara guru mengajar harus bisa mempraktekkan prinsip-prinsip mengajar terutama prinsip perhatian.
Perlunya perhatian dalam menyerap informasi ditekankan dalam Al Qur’an Surat Qaaf ayat 37. Ayat tersebut di atas datang setelah ayat dimana Allah telah membinasakan kaum Quraisy seperti kaum ‘Ad, kaum Tsamud dan Tuba’. Mereka telah menjelajah ke berbagai negeri dan menempuh setiap jalan untuk mencari rizki. Dengan demikian ayat ini mengisyaratkan bahwa hal itu merupakan peringatan bagi orang yang mempunyai akal untuk memahami dan menaruh perhatian terhadap firman Allah itu. Dengan kata lain, seseorang harus perhatian dengan keterangan-keterangan yang terjadi pada masa lalu bahwa Allah bisa menghancurkan kaum quraisy yang begitu kuatnya tidak seperti kaum yang lain.
Pentingnya membaca juga dikemukakan Al-Quran surat al-alaq, di mana salah satu anugerah yang sangat agung dari Allah SWT yang diberikan kepada kita adalah kemampuan membaca. Lebih jauh lagi, pentingnya membaca dalam memahami dan belajar dinyatakan dalam firman Allah surat Al A’raf : 204.
Mendengarkan Al-Qur’an dan diam ketika ia sedang dibaca mengandung makna menaruh perhatian terhadapnya untuk bisa merenungi, memahami dan mempelajari makna akidah, ajaran, perintah, larangan, suri tauladan dan hukum yang terkandung dalam ayat-ayatnya.
Di antara hal-hal yang membantu pemusatan perhatian adalah penyampaian pengertian-pengertian yang abstrak dengan cara yang sederhana dan jelas, melalui perumpamaan dengan hal-hal yang riil dan bisa diindera. Perumpamaan dalam Al-Quran berperan mengkongkritkan pengertian-pengertian dengan menyerupakan dan menggambarkannya dengan hal-hal yang bisa diindera, sehingga pengertian-pengertian itu menjadi lebih mudah dan dipahami. Sebagai contoh ialah perumpamaan yang terdapat dalam surat Ibrahim. Dalam ayat ini Allah menyerupakan ketidakmanfaatan perbuatan baik dari orang-orang kafir di dunia – karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak didasarkan pada keimanan – dengan abu yang ditiup angin keras pada hari yang berangin kencan sehingga tidak dapat ditangkap oleh manusia.
Dari beberapa penjelasan di atas dapat dipahami bahwa betapa pentingnya membaca dalam belajar. Dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi atau pengetahuan tertentu tentang obyek yang diindera yang selanjutnya dengan membaca tadi seseorang akan mengubah perilakunya (perilaku beragamanya). Jadi bagaimana dengan adanya perumpamaan atau penjelasan yang terdapat dalam Al-Quran yang sudah dijelaskan di atas, seseorang dapat menaruh perhatian yang akhirnya seseorang akan memahami dan melaksanakan makna yang terkandung di dalamnya. Seperti perhatiannya orang-orang yang beriman, mereka tidak hanya sekedar melihat dan mendengar apa yang diajarkan dalam Al-Quran tetapi ia juga taat melaksanakan apa yang diajarkannya. Sebagaimana dalam Al-Quran dijelaskan dalam surat Fathir ayat 28.
Dari ayat tesebut yang dimaksud dengan ulama adalah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Hal inilah yang membedakan orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir.
Dengan demikian perhatian siswa pada ilmu islam terapan berpengaruh terhadap perilaku beragamanya. Sebab dengan perhatian, seorang mahasiswa akan memperoleh pengetahuan tentang langkah praktis peningkatan perilaku beragama yang akhirnya dengan pengetahuan tersebut seorang mahasiswa akan mengubah perilaku beragamanya. Dengan kata lain, makin tinggi pengetahuan tentag ilmu islam terapan makin tinggi pula tingkat perilaku beragamanya. Daftar Pustaka DepDikBud, 1989, Kamus Besar Indonesia, Balai Pustaka : Jakarta.
Tom & Harriet Sobol, 2003, “ Rancang Anak Cerdas “, Inisasi Press : Jakarta.
Ibrahim Bafadal, 1992, ”Pengelolaan Perpustakaan Sekolah”, Bumi Aksara : Jakarta.
Soedarso, 1991, “ Sistem Membaca Cepat Dan Efektif”, Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.
Muchottob, PR Jawa Tengah, “ Tentang Aktualisasi Pemahaman Al Qur’an” : Wonosobo.
The Liang Gie ,2000,” Cara Belajar Yang Baik Bagi Mahasiswa, Gajah Mada Universitas, Press : Yogyakarta.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1994, Kamus Besar Bahasa Indonesia., Balai Pustaka : Jakarta.
Prof. Dr. Hasan Langgulung, 1997, Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam, PT. Al Ma’arif : Bandung.
Dede Rosyada dan H. Abudin Nata, 1995, Materi Pokok Agama Islam, Dirjen Binbaga : Jakarta..
Dr. Djamaludin Ancok dan Fuat Nashori Suroso, 1994, Psikologi Islami, Pustaka Pelajar : Yogyakarta.
Dr. Raghib AS Sirjani, 2007, Spiritual Reading, hidup lebih bermakna dengan membaca, Aqwam : Solo.
Dr. Djamaludin Ancok dan Fuat Nashori Suroso, Psikologi Islami, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1994.
Ahmad Tafsir, 2004, Ilmu pendidikan dalam perspektif islam, Rosdakarya : Bandung
Donat ini memang lebih empuk dibandingkan donat terigu. Sejak bisa bikin donat kentang sendiri, bolak-balik saya bikin. Maklum saja karena selalu habis jadi rebutan sekeluarga!
Bahan:
500 g tepung terigu protein tinggi
50 g susu bubuk fullcream
1 bungkus (11 g) ragi instant
250 g kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100 g gula halus
75 g mentega
½ sdt garam
4 butir kuning telur
100 ml air dingin Pelengkap:
gula donat (gula bubuk khusus untuk donat)
cokelat leleh
Cara Membuat:
Campur jadi satu tepung terigu, gula, susu bubuk, dan ragi instant, aduk rata.
Masukkan kentang halus aduk rata.
Tambahkan kuning telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 15 menit.
Bagi-bagi adonan menjadi 12 vuah, bulatkan. Diamkan 20 menit, hingga mengembang.
Lubangi tengahnya dengan dua jari telunjuk.
Goreng dalam minyak panas dan banyak dengan api sedang hingga kuning keemasan.
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba.Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun. Namun garis -garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali. Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, “cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan empat group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai. Rabbighfir li wa liwalidayya! Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kotaMalang. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja. Aku merasa hidupku adalah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia. Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab ” tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga” Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil ‘mbak’, ” kenapa mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku” tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. “wallahu a’lam” jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, “Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah? Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini”. Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana tetapi karena kepatunganku. Hari terus berjalan, tetapi komunikasi Kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku. Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi, Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. “Mas tidak apa-apa” tanyanya dengan perasaan kuatir. “Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih” lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. “Mas airnya sudah siap” kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk. “Mas aku buatkan wedang jahe” Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan. Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. ” Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?” Tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. “Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas”. ” Biasanya dikerokin” jawabku lirih. ” Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin” sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis mesir titisan Cleopatra. Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di istananya.” Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu” kata Ratu Cleopatra. ” Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu”. Aku mempersiapkan segalanya. Tepat pukul 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian. Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba ” Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya” kata Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan kecewa. ” Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya” lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam. Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya. Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra. ” Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang” Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. ” Maaf..maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana,” lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. ” Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. ” Ya Mas!” sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil “dinda”. ” Matanya sedikit berbinar. “Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah,” ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan. Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. ” Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?”. Hana begitu bahagia. Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, setetes embun cinta yang kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini. Acara pengajian dan qiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan Kami. Benar dugaan Raihana, Kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. ” Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal. Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia. Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana. Sambutan sanak saudara pada Kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. ” Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu” kata ibuku. ” Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah Kami. Bukankah begitu, Mas?” sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya.
Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis. Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap saat nuraniku bertanya” Mana tanggung jawabmu!” Aku hanya diam dan mendesah sedih. ” Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta” gumamku. Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, ” Mas untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no.pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita”. Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir. Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh. Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang mesir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani . “Apakah kamu sudah menikah?” kata Pak Qalyubi. “Alhamdulillah, sudah” jawabku. ” Dengan orang mana?. ” Orang Jawa”. ” Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?”. “Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran”. ” Kau sangat beruntung, tidak sepertiku”. ” Kenapa dengan Bapak?” ” Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang”. ” Bagaimana itu bisa terjadi?”. ” Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Ceritanya begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predkat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari Indonesia. Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan menikaha dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua. Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat dari pada dengan Yasmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetapi saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi Yasmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir. Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S1 saya kembali ke Medan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia. Kami langsung membeli rumah yang cukup mewah di kotaMedan. Tahun-tahun pertama hidup Kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak Kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali Yasmin tidak bisa. Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya ingin rendang, saya harus ke warung. Yasmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia. Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya. Jika ada sedikit letupan, maka rumah seperti neraka. Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta Yasmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir. Saya menyesal meletakkan kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang menyakitkan. ” Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir”. Kata Yasmin yang bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal. Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong. Sejak saat itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang”. Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bulan aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya. Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke took baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur itu kutemukan kertas Merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong. Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku. “Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba” tulis Raihana. Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa” Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau”. Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi Cintaku dengan Raihana. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis. ” Mana Raihana Bu?”. Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi. ” Raihana…istrimu. .istrimu dan anakmu yang dikandungnya” . ” Ada apa dengan dia”. ” Dia telah tiada”. ” Ibu berkata apa!”. ” Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya” . Hatiku bergetar hebat. ” kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?”. ” Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar Kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal Kami sangat sedih, Jadi Maafkanlah Kami”. Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira. Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup kembali. Dunia tiba-tiba gelap semua …….. Sumber : Buku : Pudarnya Pesona Cleopatra